Green Religion dalam Edukasi Budidaya Hidroponik Studi pada Xfram.house

Main Article Content

Iza Marifah
Hunaidah Ma'rifah
Nurul Amin
Aiko Hasanah Ma'rifah
Atikah Rahma

Abstract

Krisis lingkungan global yang ditandai oleh perubahan iklim, pencemaran, degradasi lahan, dan menurunnya kualitas ekosistem menuntut adanya pendekatan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi konsep Green Religion dan ekoteologi dalam praktik budidaya hidroponik di Xfram.house sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, dokumentasi, dan kajian literatur yang dipadukan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada konsep ekoteologi yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam, serta konsep Green Religion yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pembentukan perilaku ekologis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hidroponik di Xfram.house mampu meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat melalui pemanfaatan teknologi pertanian perkotaan yang efisien, hemat lahan, dan ramah lingkungan. Selain berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan lokal, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya harmoni sosial melalui partisipasi masyarakat dalam edukasi lingkungan, pelatihan hidroponik, dan penguatan nilai-nilai spiritual tentang pelestarian alam. Implementasi nilai tauhid, amanah, khalifah, dan m?z?n menjadi landasan moral yang memperkuat perilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hidroponik berbasis komunitas di Xfram.house merupakan model eco-spiritual urban farming yang berhasil mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, edukatif, ekonomi, dan religius secara berkelanjutan serta dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan global.

Article Details

Section
Articles